Menerima Perwakilan Siswa Sekolah Dasar Kabupaten Jayapura dan Asmat Provinsi Papua, 11 Oktober 2019, di Veranda Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 11 Oktober 2019
Kategori: Dialog
Dibaca: 107 Kali

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Kita ketemunya kan bulan Maret pas ada banjir di Sentani, benar, ingat?

Siswa-Siswa SD Papua
Benar.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Terus saat itu saya janji, anak-anak nanti saya ajak ke Jakarta. Benar, ya?

Siswa-Siswa SD Papua
Benar.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Betul, sekarang sudah sampai di Jakarta, anak-anak pengin kemana? Setelah ke Istana pengin kemana?

Siswa-Siswa SD Papua
Monas!

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Monas? Itu di depan Istana. Jalan kaki lima menit dari sini nanti ke Monas. Ke Monas, terus mau ke mana lagi?

Siswa-Siswa SD Papua
Naik kereta bawah tanah.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh naik kereta yang bawah tanah, MRT ya, naik kereta bawah tanah. Terus pengin apa lagi?

Siswa-Siswa SD Papua
Stadion!

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Stadion? Stadion GBK, Bung Karno? Ya boleh. Ke mana lagi? Mau ke mana? Yang main-main?

Siswa-Siswa SD Papua
Ke Ancol!

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ke Ancol? Oh ke Dufan? Ke Dufan, mau? Ya nanti diantar ke Dufan, Ancol. Mau ke mana lagi?

Siswa-Siswa SD Papua
Taman Mini Indonesia.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Taman Mini Indonesia (Indah), mau ke sana? Boleh, nanti diantar ke Taman Mini Indonesia Indonesia, ya.

Anak-anak ada yang mau disampaikan apa? Ya gini, yang penting gini, dulu Pak Presiden, iya kan, bulan Maret janji anak-anak yang ini kan waktu itu banjir di Sentani kan, Bapak waktu ke lapangan ketemu, terus janji akan mengundang ke Jakarta. Yang penting satu, janjinya Pak Presiden sudah ditepati. Benar?

Siswa-Siswa SD Papua
Benar.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Nah sudah. Sekarang anak-anak mau apa sudah? Mau nyanyi? Ada yang mau nyanyi? Atau ada yang mau nari atau apa?

Siswa-Siswa SD Papua
Nyanyi!

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Nyanyi? Mau ada yang nyanyi? Boleh, nyanyi sudah mana yang mau nyanyi.

Mana dari Asmat? Ada yang dari Asmat? Ada? Mana yang dari Asmat?  Oh, Jokowi enggak ikut ya? Yang di Asmat itu ada yang namanya Jokowi lho. Ada? Enggak ikut? Oh tapi masih kecil itu ya. Ya nanti kalau sudah gede saya undang.

Ya, siapa yang mau nyanyi, mau nari silakan. Ayo. Boleh, nyanyi boleh, nari boleh. Iya boleh. Depan sini saja. Di sana agak depan sana, depan sana.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ini yang Asmat ini berangkat dari Asmat hari apa itu?

Guru Pendamping
Hari Rabu.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Pesawat? Hari Rabu, dari Asmat ke Jayapura?

Guru Pendamping
Ke Timika.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh dari Asmat ke Timika. Timika langsung ke sini?

Guru Pendamping
Timika satu malam.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh Timika satu malam. Terus?

Guru Pendamping
Kamisnya berangkat dari Timika ke Makassar…

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh Timika ke Makassar.

Guru Pendamping
Langsung ke Jakarta.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Aduh jauh banget. Iya, sudah. Ngadepnya sana itu, biar dilihat. Ngadep sana enggak apa apa. Sini, agak-agak sana enggak apa apa. Agak sana, ya boleh.

Guru Pendamping
Pegang. Pegang ya.

Siapa kita?

Siswa-Siswa SD Negeri Inpres Mbait dan SD YPPK Agats (SD Asmat)
Asmat!

Guru Pendamping
Siapa kita?

Siswa-Siswa SD Asmat
Asmat!

Guru Pendamping
Asmat?

Siswa-Siswa SD Asmat
Papua!

Guru Pendamping
Papua?

Siswa-Siswa SD Asmat
Indonesia!

Guru Pendamping
Indonesia?

Siswa-Siswa SD Asmat
Luar biasa!

(dilanjutkan dengan menyanyi dengan diiringi lagu)

Guru Pendamping
Terima kasih.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh, ini mau apa? Oh, mau nyanyi juga? Oh, ya sudah nyanyi sana.

Siswa-Siswa SD Asmat
Bapak, ini…. (sembari menyerahkan cenderamata)

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ini apa ini?

Siswa-Siswa SD Asmat
Karya kami untuk Bapak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh, ini dari Asmat, ya?

Guru Pendamping
Iya.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Iya.

Fernando Enrico Suebu (Perwakilan Siswa SD Negeri Inpres Kemiri, Sentani)
Pak Presiden… Pak Presiden…

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Apa?

Fernando Enrico Suebu
Saya ingin menyampaikan sesuatu atas nama keluarga besar SD Inpres Kemiri.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
SD Inpres?

Fernando Enrico Suebu
Kemiri.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh, SD Inpres Kemiri, yang kena banjir dulu. SD Inpres, SD Inpres Kemiri yang kena banjir dulu kan? Kenapa?

Fernando Enrico Suebu
Kami berterima kasih karena Pak Presiden sudah mengundang kami ke Jakarta sekarang. Kami bisa tiba dan melihat Jakarta. Dan kami juga berterima kasih karena Pak Presiden sekolah kami sekarang bisa dibangun kembali.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sudah dipakai?

Fernando Enrico Suebu
Sudah. Dan pesan-pesan dari warga-warga yang masih tinggal di penampungan, memohon supaya rumah yang dibangun bisa cepat selesai.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Iya. Nanti, nanti saya lihat. Kalau Pak Presiden nanti ke Papua saya lihat. Saya ke Sentani, saya mau ke Wamena, ya.

Fernando Enrico Suebu
Terima kasih, Bapak Presiden.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Iya sama-sama. Oke, belajar yang baik.

Ya, apa itu?

Siswa-Siswa SDN Inpres Kemiri
Cenderamata dari kami.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
(Presiden Republik Indonesia menerima pemberian cenderamata)

Ini apa lagi ini?

Siswa-Siswa SDN Inpres Kemiri
Lukisan, cenderamata.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Apa ini?

Siswa-Siswa SDN Inpres Kemiri
Cenderamata, cenderamata….

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, tahu.  Oh, iya. Terima kasih anak-anak ya. Terima kasih. Ya, sudah. Sini, sini, agak sini. Nah, sini. Di sini juga biar kelihatan dari sana. Nah, sudah.

Anak-anak ada yang ingin disampaikan lagi? Apa? Ada? Ini pulangnya kapan? Di sini lama saja, ya, enggak apa-apa ya? Senang?

Siswa-Siswa SD Papua
Senang.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Tapi enggak sekolah dong. Karena kan sekolah semuanya.

Jadi SD Inpres Kemiri sudah selesai, ya? Sudah dipakai ya.

Siswa-Siswa SDN Inpres Kemiri
Sudah.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ini anak-anak, yang paling kecil siapa sih ini? Yang kelas berapa ini?

Mana? Kelas berapa, namanya siapa?

Siswa-Siswa SD Papua
Drey!

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Mana? Kelas berapa? Siapa ini? Namanya siapa? Grey? Grey kelas berapa?

Drey Yom
Satu.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Kelas 1 SD. Jangan nangis lho ya di Jakarta ya. Jangan cari mamanya-papanya. Enggak nangis kan? Enggak? Iya, oke. Kelas 1.

Kalau yang SD kelas 6 ada? Mana?

Guru Pendamping
Yang kelas 6 sudah SMP ini Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh ini sudah SMP, kelas 6 naik.Kemarin SD, ini sudah masuk.

Yang kelas 5 ada? Kelas 5, kelas 5, kelas 5. Oke, ini kelas 5, kelas 5, kelas 5, kelas 5, kelas 5, ya. Kelas 5, 3×3 berapa?

Siswa-Siswa Kelas 5 SD Papua
Tiga kali tiga, sembilan.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sembilan, oh iya sudah tes, benar berarti, sudah pintar.

Kalau yang kelas 3 ada? Ada? Kelas 3 ini? Kelas 3? Ini kelas 3? Ya, kelas 3.

Kelas 3 ya, lima ditambah lima berapa?

Siswa-Siswa Kelas 3 SD Papua
Lima ditambah lima, sepuluh.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sepuluh, pintar. Sudah, semuanya pintar-pintar sudah.

Ada yang kelas 2? Kelas 2? Ini kelas 2 juga?

Kelas 2, empat ditambah empat berapa?

Siswa-Siswa Kelas 2 SD Papua
Empat ditambah empat, delapan.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Delapan, pintar, sudah. Ini pintar-pintar, sudah. Sudah.

Anak-anak ada yang mau tanya, apa? Ini cita-citanya mau jadi apa? Jadi pastur? Ya, baik. Cita-citanya mau jadi apa? Pendeta? Ya. Ini cita-cita mau apa? Jadi apa?

Siswa SD Papua
Jadi pilot.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Jadi Pilot? Boleh.

Ini, cita-cita mau jadi apa?

Siswa SD Papua
Kowad.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Hah? Kowad (Korps Wanita TNI Angkatan Darat)? Kowad? Iya, kowad benar. Ya. Ini, cita-cita mau apa? Jadi apa?

Siswa SD Papua
Jadi tentara.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Jadi tentara, oke, oke, oke jadi tentara.

Ini, jadi apa?

Siswa SD Papua
Polisi.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Jadi polisi.

Ini tadi, jadi apa?

Siswa SD Papua
Jadi tentara.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Jadi tentara, jadi polisi, jadi kowad, oke. Jadi pendeta, jadi pastur.
Hmm, hmm, hmm, ya.

Anak-anak tadi pagi sudah makan?

Siswa-Siswa SD Papua
Sudah.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Jam berapa tadi makan?

Siswa-Siswa SD Papua
Jam enam.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Jam enam sudah makan tadi, ya. Ada yang….

Siswa-Siswa SD Papua
Jam tujuh.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Hmm? Jam tujuh? Jam enam/jam tujuh, ya oke lah. Ada yang masih ngantuk sekarang?

Siswa-Siswa SD Papua
Enggak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Enggak, ya. Karena nanti ini setelah dari sini, nanti muter lho, ya. Nanti naik kereta bawah tanah, ke Monas tadi, ya. Terus nanti diajak muter ke tempat lain. Ke Gelora Bung Karno, mana lagi tadi maunya? Ke Ancol, Dufan, ke Taman Mini, muter terus, ya.

Sudah ya. Ada yang ditanya ke Pak Presiden? Ada enggak? Kalau ada…. Ada?

Siswa SD Papua
Pak Presiden, Pak RT kirim salam.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh, Pak RT kirim salam? Oh, iya salam kembali ke Pak RT. Ya, oke. Pak RT kirim salam, oke. Nanti sampaikan ya, ke Pak RT ya. Ya, ya oke. Sudah.

Ya kita ke dalam, kita makan ya, sama Pak Presiden ya.

Ini hari ini katanya ada Solidea Fernandus. Hmm? Solideo, Solideo Fernandus. Ada yang ulang tahun, ya? Oh, oke. Ini saya beri foto ini. Selamat ulang tahun ke-13, Solideo Fernandus. Selamat, ya! Belajar yang baik

Tadi cita-cita jadi apa tadi?

Solideo Adolof Fernandus
Tentara.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Tentara, ya sudah, oke. Sudah. Kalau enggak ada ya sudah.

Oh, mau nari? Ada yang mau nari? Ayo, nari. Di depan sana, kalau mau nari, ayo. Nari, enggak? Kalau enggak nari, ya sudah. Kalau nari, silakan nari.

(Siswa-Siswa SD Papua menari)

Dialog Terbaru