Prabowo: Beliau Tidak Minta Kita Membeo, Presiden Jokowi: Terbuka, Kita Terbuka

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 17 November 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 53.526 Kali
Seusai melakukan veranda talk, Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto menjawab pertanyaan wartawan secara bergantian di Beranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/11). (Foto: Humas/Rahmat)

Seusai melakukan veranda talk, Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto menjawab pertanyaan wartawan secara bergantian di Beranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/11). (Foto: Humas/Rahmat)

Seusai Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menyampaikan keterangan mengenai hasil pertemuan keduanya, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/11) sore, wartawan yang belum puas masih mengajukan sejumlah pertanyaan kepada kedua tokoh yang saling bersaing dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu itu.

Begini saling jawab Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto saat dicecar pertanyaan wartawan.

Berkaitan dengan NKRI apakah Bapak melihat ada ancaman itu?

Prabowo:  Ini kalau kita lihat sejarah ya, ancaman tersebut tidak pernah hilang. Terlalu banyak di sekitar kita yang iri dengan kekayaan kita. Ini ada banyak tokoh yang menulis ini, gitu lho, banyak tokoh-tokoh yang menulis bahwa Indonesia tidak mungkin bertahan. Banyak buku-buku keluar, Anda nanti bisa cari sendirilah. Inikan membuat kita lebih waspada, lebih. Jadi kita-kita tidak boleh terpancing oleh hal-hal yang bisa membahayakan keutuhan persatuan nasional.

Apa kontribusi Bapak untuk pemerintah dalam menjaga NKRI, seperti apa konkretnya?

Prabowo: Konkretnya adalah kita mendorong ke arah selalu penyelesaian yang tanpa gaduh, tanpa ketegangan, kita mencegah kekerasan. Saya kira itu Pak ya.

Bapak, di level bawahnya mungkin Gerindra sering mengkritik pemerintah, apakah pertemuan ini mungkin setelah ini akan didiskusikan kepada Partai Gerindra untuk selalu mendukung kebijakan pemerintah?

Prabowo: Oo tidak, demokrasi membutuhkan kritisi. Pak Jokowi tidak pernah minta Gerindra tidak kritik dan saya tidak bisa. Saya dari dulu komitmen sama beliau adalah beliau di eksekutif, kami di legislatif. Kalau ada kebijakan yang kami kurang berkenan maka kami akan kritisi. Jadi demokrasi itu tidak boleh takut dengan kritik dan Pak Jokowi tidak takut dengan kritik. Jadi jangan…

Jokowi: Ya (terus ketawa).

Prabowo: Beliau tidak minta kita membeo, ya. Demokrasi yang modern bukan bebek, itu salah jika Anda… Beliau terbuka.

Jokowi: Terbuka, kita terbuka.

Prabowo: Tapi satu hal, beberapa hal tadi kalau Anda perhatikan, nilai-nilai itu kita tidak berbeda. Pancasila, UUD ‘45, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, tidak berbeda.

Jokowi: Sama…

Prabowo: Dan budaya bangsa yang menyelesaikan masalah dengan musyawarah, mufakat, kekeluargaan, itulah hari ini. Beliau datang ke tempat saya kan, suasana itu yang kita inginkan. Kita tidak mau perpecahan, itu yang kita hindari. Berbeda boleh, sangat tidak bagus demokrasi yang tidak ada perbedaan.

Jokowi: Setuju…

Pak Prabowo, paska demo 4 November kemarin meski sudah diproses hukum, Ahok sudah diputuskan tersangka tapi masih ada penolakan di masyarakat untuk Ahok berdemo, Bapak melihatnya seperti apa?

Prabowo: Ahok berdemo?

Maksud saya berkampanye, Bapak melihatnya bagaimana tentang proses demokrasi di masyarakat kita saat ini?

Prabowo: Apa ya, kita mengetahui bangsa kita ini adalah bangsa yang majemuk, sebagian besar rakyat kita katakanlah masih butuh, katakanlah pendidikan dan kesempatan hidup yang lebih baik. Jadi ini kenyataan, realita yang tidak bisa kita hindari. Jadi karena itulah menurut pendapat saya, karena itulah setiap tokoh harus benar-benar menjaga kesejukan, ketenangan, tutur kata, supaya rakyat kita ini tidak emosional. Bangsa kita kan bangsa yang cukup emosional, terbawa perasaan, terbawa sakit hati. Kalau sudah disakiti lama sembuhnya, kan gitu, masalahnya itu.

Pak, kemarin sudah bertemu, 31 Oktober konteksnya untuk meredam tensi politik. Apakah ini juga untuk meredam tensi politik jelang isu demo 25 November? Kedua, tadi Bapak menyebutkan memberi masukan kepada Pak Jokowi, masukan yang diberikan dalam konteks apa?

Jokoi dan Prabowo …(tertawa)

Jokowi: Detil banget, pertanyaannya.

Prabowo: Yang pertama begini, saya tidak akan malu-malu untuk mengatakan terus-menerus saya berusaha untuk mengurangi ketegangan. Mau tanggal 25, mau tanggal 22, mau tanggal lainnya. Ini saya merasa kewajiban saya sebagai pimpinan suatu organisasi, suatu partai politik, saya tidak akan malu-malu dan segan, saya akan selalu menganjurkan kesejukan. Jadi bukan menghadapi 25, setiap saat saya akan menganjurkan untuk selalu kita tidak usah gaduh, jangan gontok-gontokan, jangan tegang, selesaikan masalah lewat musyawarah, boleh bikin petisi, boleh datang ke DPR, kan begitu Pak. Itu budaya kita begitu. Itu saya punya sikap.

Setiap saat ada ketegangan saya bekerja keras untuk tidak terjadi ketegangan, kita butuh kesejukan. Indonesia harus bangun, ekonomi global susah ya kan, tidak gampang, jadi kita harus bahu-membahu. Bukan kita mbebek, tapi bahu-membahu. Jadi beliau saya kira, pemerintah juga butuh kritik tapi tidak destruktif, tidak menjegal.

Saya komitmen dari hari pertama sebelum beliau dilantik waktu 2014 Pak ya, Oktober, saya sudah katakan, saya ucapkan selamat beliau mendapat mandat, saya tidak akan menjegal Bapak karena saya yakin Bapak Merah Putih. Dan saya pegang komitmen saya. Jadi kritik itu ya bagus asal tidak destruktif dan tidak mengarah ke kekerasan. Itu yang harus kita hindari sebagai bangsa. Itu sikap saya.

Panglima TNI beberapa hari terakhir mengunjungi kampus-kampus Pak, apakah ini atas saran Bapak dan izin Bapak?

Jokowi: ya sudah izin ke saya.

Itu saja Pak?

Jokowi: Ya sama, untuk menyampaikan tantangan-tantangan Indonesia ini ke depan seperti apa, yang kita hadapi sekarang seperti apa. Itu perlu dijelaskan. (FID/ES)

Lihat juga:

Video pertemuan Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta (17/11)

Pernyataan Pers Presiden Joko Widodo setelah pertemuan dengan Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta (17/11)

Berita Terbaru