Puncak Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2022, di Taman Teijsmann, Kebun Raya Bogor, Provinsi Jawa Barat, 23 Juli 2022

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 23 Juli 2022
Kategori: Dialog
Dibaca: 452 Kali

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Anak-anak semuanya, selamat pagi.

Anak-anak
Pagi.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Selamat pagi.

Anak-anak
Pagi.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Selamat pagi.

Anak-anak
Pagi.

Pembawa Acara
Selamat pagi, Ayah.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Pembawa Acara
Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Om swastiastu,
Namo buddhaya,
Salam kebajikan.

Anak-anak senang ya pagi hari ini?

Anak-anak
Senang.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Senang?

Anak-anak
Senang.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sehat?

Anak-anak
Sehat.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sehat?

Anak-anak
Sehat.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Tidak ada yang batuk?

Anak-anak
Tidak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Tidak ada yang pilek?

Anak-anak
Tidak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Coba satu ke sini. Tunjuk jari. Sebentar sebentar. Saya tunjuk, ya.
Ini kecil ini, sini. Maju.
Nah sini, sudah. Nah, sini. Coba namanya siapa?

Rizal (Perwakilan Anak-anak)
Rizal… Afrizal.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Rizal dari mana?

Rizal (Perwakilan Anak-anak)
Dari Kebon Sastra.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
SD-nya mana itu? SD atau SMP atau SMA?

Rizal (Perwakilan Anak-anak)
SMP.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Atau universitas?

Rizal (Perwakilan Anak-anak)
SMP.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
SMP? SMP mana?

Rizal (Perwakilan Anak-anak)
SMP Ibnu Aqil.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
SMP?

Rizal (Perwakilan Anak-anak)
SMP Ibnu Aqil.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya. SMP mana?

Rizal (Perwakilan Anak-anak)
SMP Ibnu Aqil.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ibnu?

Rizal (Perwakilan Anak-anak)
Aqil.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Enggak dengar.

Rizal (Perwakilan Anak-anak)
SMP Ibnu Aqil.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ibnu Aqil?

Rizal (Perwakilan Anak-anak)
Ya.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
SMP Ibnu Aqil, ya. SMP? Ya ya ya.
Mau ndak, Pak Presiden main sulap? Mau? Main sulap ya. Nih, main sulap nih.
Kosong, ya? Kosong. Simsalabim.

Rizal (Perwakilan Anak-anak)
Simsalabim.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Nanti keluar bunga. Lagi teriak yang keras.

Rizal (Perwakilan Anak-anak)
Simsalabim.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
[rekaman tidak terdengar jelas]
Nih, sini sini. Ya, keras. Simsalabim.

Rizal (Perwakilan Anak-anak)
Simsalabim.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Keluar bunga.

Rizal (Perwakilan Anak-anak)
Keluar bunga.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Yang sana teriak.

Anak-anak
Simsalabim.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Keluar bunga.

Anak-anak
Keluar bunga.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Enggak mau keluar. Ini harus pakai tongkat ini, togkat ajaib. Lagi. Simsalabim.

Rizal (Perwakilan Anak-anak)
Simsalabim.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Simsalabim.
Ini ditunjukkan ke sini. Simsalabim.

Rizal (Perwakilan Anak-anak)
Simsalabim.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Keluar bunga.

Rizal (Perwakilan Anak-anak)
Keluar bunga.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Masih enggak mau. Lagi, teriak keras, bareng-bareng.

Anak-anak
Simsalabim. Keluar bunga.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Keluar. Keluar.

Anak-anak
[tepuk tangan]

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Keluar, ya? Siapa mau ini (bunga)? Maju!
Ini, ini, ini, Rizal. Rizal sudah? Ya, Rizal sudah? Rizal diberi sepeda ini, satu. Diberi sepeda satu, Rizal.
Ini buku. Lihat semuanya?

Anak-anak
Lihat.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ini buku. Buku gunanya untuk apa?

Anak-anak
Baca.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Anak-anak harus belajar semuanya. Harus senang baca buku. Ya.

Anak-anak
Ya.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ini buku kalau dibuka, apa? Coba dilihat.

Anak-anak
Kosong.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Kosong?

Anak-anak
Kosong.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Kosong? Teriak lagi. Simsalabim.

Anak-anak
Simsalabim.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Simsalabim.

Anak-anak
Simsalabim.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Coba buka lagi.

[Buku menjadi ada gambarnya]

Anak-anak
[tepuk tangan]

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Buka lagi. Saya buka lagi ya.

Anak-anak
Ya.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Simsalabim.

Anak-anak
Simsalabim.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Simsalabim.

Anak-anak
Simsalabim.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Buka lagi, jadi berwarna.

Anak-anak
[tepuk tangan]

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Lagi. Simsalabim.

Anak-anak
Simsalabim.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Simsalabim.

Anak-anak
Simsalabim.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Kembali putih kembali. Kosong.

Anak-anak
[tepuk tangan]

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Siapa yang bisa? Entar.
Kamu. Coba tunjukin ke sana. Buka sini, buka. Bukanya gini, ya. Nah. Sini biar keliatan.
Dibuka. Gini, gini. Simsalabim.

Anak-anak
Simsalabim.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Satu, dua, tiga, buka. Kosong.
Simsalabim.

Anak-anak
Simsalabim.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Simsalabim.

Anak-anak
Simsalabim.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Buka lagi.

Anak-anak
[tepuk tangan]

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ternyata yang pintar bukan Pak Presiden saja. Siapa ini tadi?

Melia (Perwakilan anak-anak )
Melia.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Melia juga pintar. Ya. Ini dibawa, silakan. Sana. Tambah sepedanya satu.
Entar, satu-satu. Di sini dulu.
Ada lagi yang mau?

Anak-anak
Saya, saya, saya.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Anak-anak, ini ya. Lihat. Wah, ini ada yang rusak, ini. Enggak mau, ini. Rusak ini keliatannya. Oh, ndak. Ini mau.
Kosong. Kosong ya? Dari sini juga, kosong. Ada yang mau lihat di sini kosong, ndak? Ini tadi kosong. Kosong. Tapi ini coba saya lihat. Kosong?

Anak-anak
[tepuk tangan]

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Pegang. Ada yang mau ambil? Sini.
Nanti, nanti dulu. Anak-anak, sini.
Kosong kan? Ini kosong. Kosong, kosong ya. Dari sini juga, lihat, dalam. Kosong juga, benar?
Sekarang juga, simsalabim. Bareng-bareng.

Anak-anak
Simsalabim.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Simsalabim.

Anak-anak
Simsalabim.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Coba, diambil ada apanya? Kosong, ndak?

Anak-anak
[tepuk tangan]

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Keluar rotinya, biskuitnya (dari dalam topi), boleh dimakan.
Ambil. Ya, sudah. Sudah ya, anak-anak? Selain roti, diberi juga sepeda. Ambil sepeda.
Sudah anak-anak, ya? Sekarang Bapak mau bertanya. Sebutkan, ini kita di Kebun Raya, ya kan? Berarti banyak pohon. Sebutkan tiga saja nama pohon yang ada di sini. Ya, belakang itu. Maju, belakang. Maju. Ya, itu.

Anak-anak
[tepuk tangan]

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, sebutkan nama. Nama. Namanya siapa?

Wafi (Perwakilan anak-anak)
Namanya Wafi. Wafi.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Wafi dari SD mana?

Wafi (Perwakilan anak-anak)
Dari SDN Bangka 3.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
SDN Bangka 3 ini di Bogor?

Wafi (Perwakilan anak-anak)
Iya.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Di Bogor, ya. Sebutkan nama tiga pohon yang ada di Kebun Raya. Satu?

Wafi (Perwakilan anak-anak)
Anggrek.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Boleh tidak, anggrek? Boleh?

Anak-anak
Boleh.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Anggrek, boleh?

Anak-anak
Boleh.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, boleh, anggrek. Tanaman atau pohon boleh. Anggrek, boleh. Kedua?

Wafi (Perwakilan anak-anak)
Pucuk merah.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Yang keras.

Wafi (Perwakilan anak-anak)
Pucuk merah.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Pucuk merah? Boleh? Benar? Pucuk merah, boleh. Tanaman atau pohon. Yang ketiga, silakan.

Wafi (Perwakilan anak-anak)
Pohon palem.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Pohon palem? Boleh? Ya, silakan ambil sepeda.
Ya, anak-anak. Saya rasa itu, yang bisa saya sampaikan pagi hari ini.

Sekali lagi, saya mengucapkan (Selamat) Hari Anak Nasional kepada anak-anakku semuanya. Belajar terus, ya? Belajar, belajar. Jangan lupa berdoa, ya? Sembahyang, ya? Salat, ya? Dan yang ketiga, jaga kesehatan. Jangan lupa pakai masker di mana pun, ya? Karena COVID-19 sekarang ini masih ada.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Dialog Terbaru