Sekretariat Kabinet Terima Kunjungan Mahasiswa Prodi Penerjemahan Bahasa Inggris PNJ

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 2 Maret 2020
Kategori: Berita
Dibaca: 594 Kali

Asdep Naster berfoto bersama mahasiswa PNJ saat kunjungan studi ke Setkab di Ruang Lantai 4, Gedung III, Kemensetneg, Provinsi DKI Jakarta, Senin (2/3). (Foto: Humas/Oji)

Sekretariat Kabinet (Setkab) melalui Asisten Deputi (asdep) Bidang Naskah dan Terjemahan (naster) menerima kunjungan studi mahasiswa Program Studi Penerjemahan Bahasa Inggris, Jurusan Teknik Informatika dan Komputer, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), di Ruang Rapat Lantai 4, Gedung 3, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Provinsi DKI Jakarta, Senin (2/3).

Saat menyampaikan sambutan, Asdep Naster, Eko Harnowo menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran dosen dan mahasiswa dari PNJ untuk melakukan kunjungan studi di Setkab.

”Semoga hubungan antara Sekretariat Kabinet khususnya Asisten Deputi Bidang Naskah dan Terjemahan dengan program studi Penerjemahan Bahasa Inggris Politeknik Negeri Jakarta terus berlangsung,” ujar Eko seraya menyampaikan program magang yang juga bisa diikuti mahasiswa PNJ.

Penerjemahan, menurut Eko, akhir-akhir ini sangat mengemuka karena untuk berkomunikasi dengan dunia luar itu tentu harus ada jembatan dan di situlah pentingnya penerjemah.

”Kami di sini pun begitu, selain menerjemahkan, men-translate, juga interpreter untuk lisan atau penerjemah lisan. Jadi misalnya karena Sekretariat Kabinet ini kan tugasnya memberikan dukungan pengelolaan manajemen kabinet kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam penyelenggaraan pemerintahan,” tambah Eko.

Tugas dan fungsi (tusi) Asdep Naster itu terkait dengan penyiapan naskah dokumen kepresidenan kenegaraan dan penerjemahannya serta menjadi instansi pembina jabatan fungsional penerjemah.

”Jadi kami memiliki 9 pejabat fungsional penerjemah, dan diantara 9 itu ada juga yang mempunyai kemampuan double selain sebagai penerjemah tulis juga sebagai penerjemah lisan,” urainya.

Penerjemah tulis, lanjut Eko, biasanya menerjemahkan surat-surat Presiden atau dokumen-dokumen kepresidenan juga termasuk artikel di website setkab.go.id karena bahasa inggrisnya juga diterjemahkan oleh pejabat fungsional penerjemah di Setkab.

”Selain itu untuk yang lisan biasanya ketika Presiden ada acara kemudian ada tamu negara itu selain penerjemah dari kementerian luar negeri juga kami siapkan juga dari Sekretariat Kabinet. Jadi kami tetap siapkan dan pernah juga tandem di antara mereka atau sendirian juga pernah. Jadi memang sangat penting ya sebagai penerjemah, jadi tidak usah berkecil hati jurusan penerjemahan itu, banggalah,” kata Eko.

Menurut Eko, penerjemah bukan hanya dibutuhkan di instansi pemerintah namun juga swasta. ”Bahkan kalau di pemerintah cenderung sedang naik daun ini sebenarnya penerjemah, formasi rekrutmennya selalu ada sekarang,” katanya.

Setkab mendorong sebagai instansi pembina jabatan fungsional penerjemah agar setiap institusi itu membuat formasi untuk penerjemah. ”Jadi saya kira adik-adik ini di jalur yang tepat ya menjadi seorang penerjemah. Kalau mau jadi penerjemah PNS ya menunggu pengumuman dari MenPAN untuk rekrutmen, hampir tiap tahun ada,” Eko menjelaskan.

Pemerintah, sambung Eko, tahun ini berupaya untuk mengundang investasi seluas-luasnya untuk menyelenggarakan kerja sama Indonesia dan berbagai negara sehingga diperlukan peran penerjemah sebagai jembatan komunikasi antar bangsa.

”Penerjemah dalam hal ini memiliki peranan yang sangat strategis baik itu untuk penerjemahan lisan berbagai pertemuan atau konferensi internasional maupun dalam hal penerjemahan tulis berupa penerjemahan berbagai literasi penerjemahan berbagai potensi wisata maupun korespondensi dengan pihak-pihak asing,” tuturnya.

Di akhir sambutan, Eko menyampaikan bahwa Asdep Naster juga memiliki tusi membuat atau menyiapkan naskah atau surat-surat korespondensi Presiden kepada kepala negara atau kepala pemerintahan atau ketua organisasi internasional.

Sebagai informasi, pada kunjungan ini hadir 27 orang mahasiswa yang dipimpin oleh Ina Sukasih selaku Kepala Program Studi Penerjemahan Bahasa Inggris Politeknik Negeri Jakarta. Acara kunjungan studi ini diakhiri dengan sesi diskusi tanya jawab dan kuis serta foto bersama. (MAY/EN)

Berita Terbaru