web analytics

Kategori : Artikel

Artikel


  • 14 November 2016
  • 128651 Views

Indonesia’s Maritime Fulcrum and Tourism Challenges

herdyantoHardyanto, Kepala Bidang Naskah pada Asisten Deputi Bidang Naskah dan Terjemahan*)

Indonesia: An Ultimate Maritime Country

Indonesia was born archipelagic.  Indonesia was naturally created maritime. The people’s life thus should be maritime-envisioned. The tourism vision should therefore be maritime-oriented.

All of us are fully aware that two-third of our entire earth consists of oceans. According to available data from various sources, our common sole planet has surface area of more than 510 million sq km.

  • 9 November 2016
  • 110535 Views

MEMBANGUN PERKERETAAPIAN MENJADI TRANSPORTASI UNGGULAN

M.Faisal YusufM.Faisal Yusuf, SIP., M.Si
Kepala Bidang Perhubungan Darat dan Perkeretaapian, Asisten Deputi Bidang Perhubungan, Deputi Bidang Kemaritiman, Sekretariat Kabinet.

Transportasi massal berbasis rel telah dihadirkan kembali sebagai infrastruktur vital transportasi Indonesia.

Pembangunan perkeretapian sebagai transportasi massal sudah menjadi komitmen bersama.

  • 1 November 2016
  • 112315 Views

Hasil Kontribusi aktif Pemerintah RI dalam Sidang IMO di London

WhatsApp Image 2016-10-29 at 3.25.03 PM

Dyah Kusumastuti, Asisten Deputi Bidang Kelautan dan Perikanan, Kedeputian Bidang Kemaritiman, Sekretariat Kabinet.

Pemerintah Indonesia baru saja menyelesaikan tugasnya untuk membahas keselamatan maritim internasional dan pelaksanaannya bersama dengan Negara-Negara Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kantor Pusat International Maritime Organization (IMO), London, Inggris. Pertemuan yang dimulai sejak tanggal 24 Oktober 2016 tersebut merupakan pertemuan yang membahas mengenai Marine Environment Protection Committee–70th Session (MEPC 70).

  • 1 November 2016
  • 83866 Views

Keikutsertaan Pemerintah Indonesia dalam International Maritime Organization (IMO), Marine Environment Protection Committee (MEPC) – 70th Session, London

WhatsApp Image 2016-10-26 at 4.04.00 PM (1)

Dyah Kusumastuti, Asisten Deputi Bidang Kelautan dan Perikanan, Kedeputian Bidang Kemaritiman, Sekretariat Kabinet.

Pada hari keempat sidang International Maritime Organization (IMO) Tahun 2016, yaitu Marine Environment Protection Committee (MEPC) – 70th Session, Delegasi Republik Indonesia masih dipimpin oleh Dyah Kusumastuti, Asisten Deputi Bidang Kelautan dan Perikanan, Sekretariat Kabinet, dan beranggotakan wakil-wakil dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Perhubungan, Indonesian National Shipowners Association (INSA), Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), Utusan Menteri Perhubungan untuk IMO, dan Atase Perhubungan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk London, Simson Sinaga.

Pertemuan yang dimulai sejak tanggal 24 Oktober 2016 dan akan selesai pada hari Jumat tanggal 28 Oktober 2016 di London, Inggris tersebut membagi pembahasan menjadi 2 (dua) agenda yakni mengenai identification and protection of special areas and PSSA dan technical cooperation activities for the protection of the marine environment.

  • 28 October 2016
  • 86713 Views

Keikutsertaan Pemerintah Indonesia dalam International Maritime Organization (IMO), Marine Environment Protection Committee (MEPC) – 70th Session, London

imoDyah Kusumastuti, Asisten Deputi Bidang Kelautan dan Perikanan, Kedeputian Bidang Kemaritiman, Sekretariat Kabinet

Rabu, 26 Oktober 2016 merupakan hari ketiga penyelenggaraan salah satu sidang International Maritime Organization (IMO) Tahun 2016, yaitu Marine Environment Protection Committee (MEPC) – 70th Session. Pertemuan tersebut telah dimulai sejak tanggal 24 Oktober 2016 dan akan selesai pada tanggal 28 Oktober 2016 di London, Inggris.

IMO yang merupakan salah satu badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengoordinasikan keselamatan maritim internasional dan pelaksanaannya.

  • 27 October 2016
  • 85551 Views

Kontribusi Aktif Indonesia dalam International Maritime Organization (IMO), Marine Environment Protection Committee (MEPC) – 70th Session, London

WhatsApp Image 2016-10-25 at 15.27.37Dyah Kusumastuti

Asisten Deputi Bidang Kelautan dan Perikanan, Deputi Bidang Kemaritiman, Sekretatriat Kabinet

Saat ini sedang berlangsung salah satu sidang International Maritime Organization (IMO) Tahun 2016, yaitu Marine Environment Protection Committee (MEPC) – 70th Session. Pertemuan tersebut diselenggarakan mulai tanggal 24 Oktober 2016 dan akan selesai pada tanggal 28 Oktober 2016 di London, Inggris.

IMO merupakan salah satu badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengoordinasikan keselamatan maritim internasional dan pelaksanaannya.

  • 20 October 2016
  • 84032 Views

Selat Karimata, Potensi Wisata Bahari yang Tersembuyi

Difa artikelOleh: Difa Giovani**

Indonesia merupakan negara bahari dan negara kepulauan terbesar di dunia dengan potensi pembangunan SDA dan jasa-jasa lingkungan/environmental services yang sangat besar, namun hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu potensi sektor pembangunan yang belum dikembangkan secara optimal adalah pariwisata bahari (marine tourism).

  • 17 October 2016
  • 83436 Views

Mengintip Pesona Selat Karimata

suryani ani ani

Oleh: Suryani *)

PULAU KARIMATA

Pulau Karimata adalah pulau berstatus Suaka Alam Laut (SAL) di mana keadaan alamnya, mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistem yang perlu dilindungi perkembangannya agar berlangsung secara alami.

Gugusan Kepulauan Karimata yang terletak di Kabupaten Kayong Utara, ditetapkan sebagai Cagar Alam berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Kehutanan No. 2240/DJ/I/1981 tanggal 15 Juni 1981, dengan luas 77.000 hektare.

  • 15 October 2016
  • 58255 Views

Kegiatan Sail sebagai Media Promosi Pariwisata Indonesia

suryani ani ani

Oleh: Suryani *)

Peribahasa terkenal mengatakan bahwa “tak kenal maka tak sayang” maka, untuk bisa merasakan sayang, kenali dulu. Agaknya peribahasa tersebut sangat tepat jika dikaitkan dengan upaya pemerintah dalam mempromosikan keindahan obyek pariwisata Indonesia di mata dunia. Bagaimana dunia bisa menyukai Indonesia bila mereka tidak pernah melihat langsung pesona Indonesia?

Salah satu usaha Indonesia dalam memperkenalkan keindahan obyek wisata bahari adalah melalui kegiatan Sail yang sudah dilaksanakan 8 (delapan) kali sejak tahun 2009, diawali dengan Sail Bunaken, Sail Banda, Sail Wakatobi-Belitong, Sail Morotai, Sail Komodo, Sail Raja Ampat, Sail Teluk Tomini, dan untuk tahun 2016 digelar Sail Selat Karimata.

  • 16 September 2016
  • 69683 Views

PLTN, Antara Kebutuhan dan Kekhawatiran

HamidiOleh:  Hamidi Rahmat

Semakin maju kehidupan suatu masyarakat, semakin sejahtera mereka, semakin maju negaranya, maka konsumsi listriknya semakin tinggi. Demikian pula halnya dengan negara kita, Indonesia, setiap tahun kebutuhan akan listrik selalu meningkat, baik karena pertambahan jumlah penduduk maupun karena peningkatan konsumsi tenaga listrik per kapita.

 

Data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) menunjukkan bahwa konsumsi listrik Indonesia meningkat 69.962 MWh (46,23 %) selama 5 tahun dari 151.334 MWh pada tahun 2009 menjadi 221.296 MWh pada tahun 2014 atau meningkat 9,25 % per tahun.