web analytics

Kategori : Artikel

Artikel


  • 12 September 2017
  • 104740 Views

Penerbangan Menuju Destinasi Pariwisata

arif-khOleh: M. Arief Khumaedy

Penerbangan menuju Destinasi Pariwisata perlu ditingkatkan, dalam rangka mendukung kontribusi sektor pariwisata dalam meningkatkan pendapatan nasional dan kesejahteraan rakyat. Seperti diketahui sektor pariwisata di harapkan mampu memberi kontribusi pada pembangunan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya di berbagai kesempatan menyatakan bahwa Pariwisata merupakan penyumbang PDB, devisa dan lapangan kerja yang paling murah dan mudah.  Hal senada juga terdapat dalam pembahasan di sidang kabinet yang dipimpin Presiden, bahwa “pariwisata merupakan sektor yang paling cepat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

  • 8 September 2017
  • 106451 Views

Olahraga, Bukan Hanya Sekadar Prestasi…*)

denmasediOleh: Edi Nurhadiyanto **)

 “Revolusi olahraga demi mengharumkan nama bangsa. Olahraga adalah bagian dari revolusi multikompleks bangsa ini”. (Presiden 1 RI Soekarno, 1963)

Olimpiade Musim Panas XIV di London tahun 1948, menjadi titik tolak diawalinya Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang diperingati setiap tanggal 9 September. Pada tahun 1948, Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) sebagai lembaga resmi di Indonesia saat itu belum diakui menjadi anggota International Olympic Committe (IOC).

  • 7 September 2017
  • 86634 Views

Rakhine State dan Harkat Kemanusiaan yang Terusik

Peta_Indonesiaoleh Ihsanira Dhevina E *)

Komitmen dalam mewujudkan perdamaian di suatu negara tentu tidak terlepas dari peran Pemerintah bersama masyarakatnya. Indonesia sebagai negara berdaulat dengan penuh rasa syukur, senantiasa berupaya mewujudkan perdamaian abadi yang merupakan hak setiap bangsa. Perdamaian di negeri tercinta maupun di seluruh kawasan.

Komitmen untuk berperan di lingkup internasional ini tertuang di dalam Nawa Cita dan pernah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo saat pertama kali memimpin Sidang Kabinet Paripurna tanggal 27 Oktober 2014, yakni melindungi kedaulatan Negara Republik Indonesia; melindungi warga negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI) di luar negeri; meningkatkan diplomasi ekonomi, termasuk diplomasi maritim dan terakhir meningkatkan peran Indonesia di kawasan dan di dunia internasional.

  • 5 September 2017
  • 77797 Views

Perjuangan Para Seniman Melalui Karya Seni

konferensi pers pertamaOleh: Kukuh Pamuji

“Setiap orang punya ruangnya sendiri untuk berjuang dan berkarya”. Pernyataan ini mengandung pengertian bahwa berjuang dan berkarya memiliki makna yang sangat luas. Siapa pun dapat berkontribusi untuk bangsanya melalui profesi dan keahlian masing-masing, tidak terkecuali orang-orang yang mengabdikan dirinya untuk sebuah profesi yang kita kenal dengan istilah seniman.

Tulisan ini menyajikan sisi lain  perjuangan para seniman yang memiliki andil besar dalam meraih kemerdekaan Indonesia. Peran para seniman tersebut mengisyaratkan bahwa berjuang tidak selamanya harus dengan mengangkat senjata.

  • 29 August 2017
  • 81409 Views

Meningkatkan Branding Negara Melalui “Gastro Diplomacy”

untuk foto artikelOleh : Thanon Aria Dewangga

 “The gentle art of gastronomy is a friendly one. It hurdles the language barrier, makes friends among civilized people, and warms the heart.” – Samuel Chamberlain

DIPLOMASI SEBAGAI ALAT

Diplomasi menjadi sebuah alatdalam usaha sebuah negara mencapai tujuanpolitis dan promosi negara di dunia internasional. Dalam teori hubungan internasional, istilah people to people contact menargetkan masyarakat sebagai komunitas internasional, yang perlu dipengaruhi melalui cara diplomasi yang lebih familiar dan lebih ‘cair’. Sebagian kalangan menyebutkan cara ini sebagai bentuk diplomasi yang didefinisikan sebagai usaha dari satu atau lebih  aktor internasional untuk mempengaruhi lingkungan internasional lewat hubungan langsung dengan publik luar negeri.

  • 25 August 2017
  • 57075 Views

Kenegarawanan Presiden Soekarno dan Panglima Jenderal Soedirman

arif kh2Oleh: M. Arief Khumaedy

“Adinda Soedirman, Assalamu’ alaikum wr wb”.  Demikian deretan kata pembuka dalam surat Presiden Soekarno kepada Panglima Besar Jenderal Soedirman, ketika Presiden Soekarno hendak bertolak dari Yogyakarta ke Jakarta.

Kalimat tersebut membuat terharu karena muncul di era pergerakan menghadapi agresi Belanda dalam rangka mempertahankan NKRI. Sebuah era yang dilalui dengan suasana prihatin dan perjuangan. Soekarno sebagai Presiden memanggil adinda kepada Soedirman, Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat yang mempertahan NKRI sampai titik darah penghabisan.

  • 25 August 2017
  • 54092 Views

Penyediaan Embung untuk Kesejahteraan Petani

tim setkabOleh : Ida Dwi Nilasari

Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat dengan luas wilayah daratan 6.643,98 km2, dengan 24 kecamatan, dan 165 desa merupakan wilayah yang mempunyai potensi dibidang pertanian antara lain padi, jagung, dan bawang. Dengan potensi pertanian tersebut, wilayah Sumbawa sangat rentan dengan masalah kekeringan yang diakibatkan oleh tidak pastinya curah hujan yang berpotensi mematikan usaha petani.

Sehingga perlu adanya keberpihakan kebijakan pemerintah untuk hadir dalam memberikan kepastian pemenuhan kebutuhan petani untuk menjalankan usahanya agar petani tidak lagi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan usaha taninya, terutama ketersediaan air.

  • 11 August 2017
  • 70040 Views

Masyarakat Sadar Wisata

arif-khOleh: M. Arief Khumaedy *)

Sering kali kita dengar bahwa pariwisata perlu disiapkan dengan baik. Pariwisata perlu dikembangkan dengan pemikiran bahwa sektor pariwisata dapat digunakan sebagai “pelor” untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Presiden selalu mengingatkan bahwa amenitas, aksesibilitas dan atraksi perlu diperbaiki dan dipersiapkan. Amenitas berupa sarana pendukung pariwisata seperti hotel, home stay, kamar mandi yang bersih, kuliner atau tempat makan yang sehat dan memiliki ciri khas dan prasarana pendukung lainnya yang membuat nyaman wisatawan.

  • 19 July 2017
  • 92707 Views

Peran Indonesia di G20 dalam Kerangka Nawa Cita

denmasedi5aOleh: Edi Nurhadiyanto *)

“Kami akan menghadirkan kembali Negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.” (Sumber: Nawa Cita).

Group of Twenty (G20), sebagaimana dikutip pada situs http://sherpag20indonesia.ekon.go.id, dibentuk pada tahun 1999 dan pada awalnya merupakan pertemuan tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral sebagai upaya untuk memperluas diskusi tentang kebijakan yang bermanfaat bagi penyelesaian krisis ekonomi dan finansial global. Sebagai sebuah forum ekonomi, G20 merupakan yang beranggotakan 19 negara, yakni AS, Argentina, Brazil, Australia, Kanada, Meksiko, Turki, Indonesia, Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, Jerman, Inggris, India, Arab Saudi, Afrika Selatan, Italia, Prancis, Rusia, dan satu organisasi regional yaitu Uni Eropa.

  • 18 July 2017
  • 93607 Views

Potensi Pengembangan PLTB di Indonesia

hamidiOleh : M. Hamidi Rahmat

Energi angin mempunyai dua sisi yang bertolak belakang. Di satu sisi, di sisi yang merusak, angin bisa menjadi musibah yang pada umumnya di luar intervensi manusia, seperti angin badai dan topan. Hantaman angin kencang ini bisa merubuhkan pepohonan, rumah, bangunan bertingkat atau apa saja yang dilaluinya. Kalau di laut bisa mengakibatkan gelombang yang menggunung dan dengan mudah membalikkan dan menenggelamkan kapal yang sedang berlayar.

Di sisi lain, di sisi yang bermanfaat, angin bisa menjadi sumber tenaga yang dibutuhkan manusia untuk membantu dan mempermudah kegiatannya, bahkan untuk mencapai kesenangannya.