web analytics

Kategori : Artikel

Artikel


  • 1 November 2018
  • 142135 Views

Bahasa Sebagai Pemersatu Bangsa

Eko SulistyoOleh: Eko Sulistyo*)

Dalam ikrar Sumpah Pemuda, salah satunya adalah pengakuan Bahasa Indonesia sebagai bagian yang tak terpisahkan dari tanah air dan bangsa Indonesia.  Dalam sejarahnya, Bahasa Indonesia sendiri adalah sebuah proses perkembangan dari bahasa Melayu yang menjadi bahasa “Lingua Franca” diantara keberagaman etnis, bangsa dan latar belakang sosial yang hidup di kepulauan nusantara. Lingua Franca yang berasal dari bahasa Latin artinya adalah bahasa penghubung antara komunitas yang berbeda bahasa di wilayah geografis yang cukup luas (Nusantara).

  • 30 October 2018
  • 102747 Views

Indonesia, Ekonomi Dunia, dan Kebahagiaan

pas fotoOleh : Sari Oktavia

Kawasan Nusa Dua Bali pagi itu (18/10) tampak tidak biasa. Jalan-jalan dipenuhi berbagai media publikasi yang berisi ucapan Selamat Datang kepada para delegasi Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank (WB) 2018. Mobil-mobil berstiker khusus dan antrean shuttle bus terlihat mengular menuju berbagai hotel di kawasan Nusa Dua.

Hari itu adalah hari keempat dalam rangkaian acara Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018, sebuah perhelatan akbar bertemunya para petinggi dan perwakilan lembaga-lembaga ekonomi di dunia, masyarakat, akademisi, perwakilan parlemen, jurnalis, dan lain sebagainya. Berbagai rangkaian acara sudah berlangsung dengan lancar selama beberapa hari sebelumnya. Acara Pertemuan Tahunan ini sendiri berlangsung selama sepekan yakni pada 8-14 Oktober 2018.

  • 19 October 2018
  • 116314 Views

Media Sosial, Post Truth, dan Literasi Digital

eddy cahyonoOleh: Eddy Cahyono Sugiarto

(A lie told once remains a lie but a lie told a thousand times becomes truth: Paul Joseph Goebels)

Perkembangan era digital dewasa ini ditandai dengan semakin masifnya penetrasi media sosial dalam berbagai aspek kehidupan ekonomi, politik, budaya dan pertahanan keamanan, fenomena  ini merupakan  konsekuensi  perubahan pola komunikasi, dari cara-cara dan media konvensional  menuju digitalisasi komunikasi dengan menggunakan berbagai kanal media sosial kekinian. 

  • 19 September 2018
  • 142698 Views

Soal Dolar AS, Persepsi, dan Lindung Nilai

IMG_1130Oleh: Henny Galla Pradana, S.H., M.M.*)

Menuju akhir kuartal ketiga tahun 2018 ini, hembusan isu dalam pasar valuta asing (valas) semakin kencang. Hal ini mengingat pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) cenderung menunjukkan tren penekanan dari greenback terhadap mata uang tanah air tersebut.

Sebetulnya, kondisi ini sudah diprediksi jauh-jauh hari. Salah satunya dampak dari tapering off quantitative easing (QE), di samping ada juga efek perang dagang AS dengan Tiongkok, serta sentimen atas krisis di Turki dan Argentina.

  • 19 September 2018
  • 157680 Views

Esensi Hubungan Internasional dan Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia

EnggartiasOleh: Enggartias Wahana Putera, S.Sos.*

Dalam hubungan internasional terdapat tiga esensi yang membentuk suatu hubungan internasional, yaitu actorsinterests, dan power. Tiga esensi tersebut yang nantinya akan membentuk suatu  interaksi dalam suatu kesatuan dan menjalankan suatu sistem hubungan internasional.

Proses interaksi yang dimaksud dalam hubungan internasional adalah bagaimana dapat berjalannya sistem hubungan internasional dengan wujud menjalin kerja sama antara pihak-pihak terkait untuk mencapai suatu keputusan. Proses Interaksi  yang begitu dinamis sehingga memunculkan banyak permasalahan-permasalahan selayaknya interaksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

  • 1 September 2018
  • 99224 Views

Asian Games 2018 Itu Indah…

PelukanOleh: Eddy Soetjipto

Barangkali kalau ada pertanyaan, “Nikmat kamu yang manakah, yang kamu dustakan?” maka pertanyaan itu tepat diajukan sekarang kepada seluruh warga bangsa Indonesia, yang pada hari-hari ini disuguhi momen-momen yang membahagiakan, setidaknya sejak memperingati Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan RI.

  • 13 August 2018
  • 102783 Views

Rebranding Koperasi Era Millenial: Pelayanan, Produk, hingga Teknologi

IMG_1130Oleh: Henny Galla Pradana, S.H., M.M. *)

Di negeri ini, koperasi didirikan dengan tujuan yang mulia: kemerdekaan ekonomi. Mohammad Hatta, dalam buku otobiografinya: Bukittingi-Rotterdam lewat Betawi, bercerita bahwa dia dengan Samsi -kawannya yang juga ahli perkoperasian pada pertengahan tahun 1925 pergi ke tiga Negara Skandinavia: Denmark, Swedia, dan Norwegia untuk belajar tentang praktik masing-masing koperasi pertanian, koperasi konsumsi, dan koperasi perikanan (Hatta, 2011).

Menurut Hatta, ekonomi rakyat Indonesia harus bersendi pada koperasi, yakni rakyat belajar berdiri sendiri, berdasarkan self-help dan oto-aktivita (Hatta, 2011).

  • 9 August 2018
  • 78325 Views

Penetapan Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2018 Tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara di Provinsi Aceh dan Sumatra Utara: Sebuah Ikhtiar Untuk Membangun Indonesia dari Pinggir dan Menjadikan Kawasan Perbatasan sebagai Beranda Depan Negara

foto vitoOleh: Vito Prihartono*)

This country, the Republic of Indonesia, does not belong to any group, nor to any religion, nor to any ethnic group, nor to any group with customs and traditions, but the property of all of us from Sabang to Merauke!” ~ Soekarno

Wilayah Negara Kesatuan RI, telah ditunjukan secara tegas dengan rasa nasionalisme Presiden RI Pertama, meliputi Sabang sampai Merauke dan merupakan milik dari seluruh bangsa Indonesia, sehingga perlu dijaga keutuhannya.

  • 13 July 2018
  • 76068 Views

Paradigma Baru Komunikasi Pemerintah di Era Digital

eddy cahyonoOleh: Eddy Cahyono

“Cara komunikasi pemerintah dan masyarakat sudah berubah  sangat cepat,  Kita tidak bisa lagi puas hanya dengan menyebar press release atau sekadar membuat konferensi pers, harus ada dialog dan kolaborasi dengan masyarakat,  untuk itu humas pemerintah harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman”

(Arahan Presiden Jokowi dalam `Seminar Nasional Kehumasan Pemerintah` di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 16 April 2018).

  • 13 July 2018
  • 74621 Views

Memperoleh Gizi dari Ikan dan Tanaman dengan Akuaponik

IMG_20180710_142423Penulis: Agil Iqbal Cahaya, S.AP., M.AB.

Kebutuhan masyarakat akan energi dan protein dari ikan dan sayuran sangat penting untuk ditingkatkan sebagai upaya Pemerintah mencegah terjadinya gizi buruk. Gizi buruk  merupakan keadaan kurang gizi yang disebabkan karena kekurangan asupan energi dan protein juga mikronutrien dalam jangka waktu lama.

Hal ini bisa diakibatkan oleh kurangnya asupan makanan, pemilihan jenis makanan yang tidak tepat ataupun karena sebab lain seperti adanya penyakit infeksi yang menyebabkan kurang terserapnya nutrisi dari makanan. Secara klinis gizi buruk ditandai dengan asupan protein, energi dan nutrisi mikro seperti vitamin yang tidak mencukupi ataupun berlebih sehingga menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan.