web analytics

Kategori : Berita

Berita


  • 18 October 2017
  • 10153 Views

Sudah Melalui Kajian, Presiden Jokowi Bantah Bersikap Represif Dalam Terbitkan Perppu Ormas

Presiden saat memberikan arahan di Persis, Bandung, Selasa (17/10) malam.

Presiden saat memberikan arahan di Persis, Bandung, Selasa (17/10) malam.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membantah telah bersikap represif dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Menurut Presiden, penerbitan Perppu itu sudah sangat demokratis karena masih bisa tidak disetjui oleh DPR maupun dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

“Perppu nanti kan ini masih maju di DPR, di situ juga ada forum setuju dan tidak setuju. Bisa saja di situ dibatalkan atau ditolak. Itu juga masih diberi kesempatan, yang ini dari sisi mekanisme hukum, silakan maju ke Judicial Review di Mahkamah Konstitusi. Mekanisme itu semua ada kok,” kata Presiden Jokowi  pada silaturahmi dengan Keluarga Besar Jamiyyah Persatuan Islam (Persis), di Masjid PP Persis Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/10) malam.

  • 18 October 2017
  • 12715 Views

Blak-blakan Soal Tuduhan PKI, Presiden Jokowi: Kalau Ada Yang Percaya, Berbahaya Sekali

Presiden diwawancarai wartawan usai berkunjung ke Persis, Bandung, Selasa (17/10) malam.

Presiden diwawancarai wartawan usai berkunjung ke Persis, Bandung, Selasa (17/10) malam.

Saat bersilaturahmi dengan Keluarga Besar Jamiyyah Persatuan Islam (Persis), di Masjid PP Persis Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/10) malam, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara blak-blakan masalah yang berkaitan dengan PKI. Terutama berseliwerannya cerita yang menyangkutkan dirinya dengan PKI.

Menurut Presiden, di media-media sosial ada yang menampilkan tokoh PKI yaitu DN Aidit tahun 1955 yang berpidato di dekatnya ada dirinya. Presiden mengaku heran, gambarnya kok persis dirinya, dan diakuinya itu gambar dirinya. Masalahnya, lanjut Presiden Jokowi, tahun 1955 itu dirinya belum lahir. Bahkan waktu PKI dibubarkan tahun 1965, Presiden mengaku masih balita (bawah lima tahun).

  • 18 October 2017
  • 9434 Views

Dekati Timur Tengah, Presiden Jokowi: Tidak Akan Ada Ketergantungan Investasi Pada Negara Tertentu

Presiden Jokowi saat bersilaturahmi dengan Keluarga Besar Jamiyyah Persatuan Islam (Persis), di Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/10) malam

Presiden Jokowi saat bersilaturahmi dengan Keluarga Besar Jamiyyah Persatuan Islam (Persis), di Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/10) malam

Menjawab ada suara-suara bahwa investasi yang terbanyak sekarang dari Barat, Jepang, Korea Selatan atau dari Tiongkok, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, bahwa pemerintah sekarang ini baru untuk menyeimbangkan agar semua kepentingan-kepentingan yang ada terhadap Indonesia ini bisa dalam posisi keseimbangan.

“Yang benar adalah bahwa kita sekarang ini, dan sudah saya mulai tiga tahun yang lalu untuk berkunjung dan pendekatan-pendekatan beberapa kali ke negara-negara di Timur Tengah,” kata Presiden Jokowi saat bersilaturahmi dengan Keluarga Besar Jamiyyah Persatuan Islam (Persis), di Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/10) malam.

  • 17 October 2017
  • 10552 Views

Sampaikan Orasi Di Universitas Diponegoro, Presiden Sebut Alasan Bangun Infrastruktur

Presiden Jokowi saat memberikan orasi pada Dies Natalis ke-60 Universitas Diponegoro di Stadion Universitas Diponegoro, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Selasa, (17/10)

Presiden Jokowi saat memberikan orasi pada Dies Natalis ke-60 Universitas Diponegoro di Stadion Universitas Diponegoro, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Selasa, (17/10)

Biaya transportasi logistik di Indonesia lebih mahal 2,5 kali lipat dibandingkan Malaysia dan Singapura. Artinya, untuk membawa barang dari satu tempat ke tempat lain itu 2-2,5 kali lipat lebih mahal. Akibatnya, barang yang dijual di Indonesia pun jatuhnya lebih mahal dibandingkan negara lain.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika memberikan orasi pada Dies Natalis ke-60 Universitas Diponegoro di Stadion Universitas Diponegoro, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Selasa, (17/10). 

  • 17 October 2017
  • 12474 Views

Korupsi Masih Jadi PR, Presiden Jokowi Tegaskan Dukung Penguatan KPK

Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri memperhatikan sesuai, di teras Istana Merdeka. (Foto: JAY/Humas)

Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri di teras Istana Merdeka. (Foto: JAY/Humas)

Meskipun tidak semua pihak suka dengan pekerjaan pemberantasan korupsi yang dilakukan penegak hukum, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa pemerintahan terus mendukung pemberantasan korupsi dan penguatan Komisi Pemberantan Korupsi (KPK).

“Saya rasa tidak usah bolak-balik saya sampaikan bahwa kita mendukung penguatan KPK,” kata Presiden Jokowi dalam wawancara khusus dengan LKBN Antara menyambut tiga tahun Pemerintahan Jokowi-JK di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (16/10) kemarin.

  • 17 October 2017
  • 12052 Views

Ubah Paradigma Jadi Indonesia Sentris, Presiden Jokowi Rasakan Tiga Tahun Berlalu Begitu Cepat

Presiden Jokowi berbincang dengan warga pengungsi Gunung Sinabung, di Kab. Karo, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu. (Foto: Setpres)

Presiden Jokowi berbincang dengan warga pengungsi Gunung Sinabung, di Kab. Karo, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu. (Foto: Setpres)

Tidak terasa masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla beberapa saat lagi, tepatnya 20 Oktober 2017, akan memasuki usia tiga tahun. Namun Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku merasakan waktu tiga tahun pemerintahannya berlalu begitu cepat karena terbawa ritme kerja yang tidak pernah mengenal waktu.

“Kalau orang bilang cepat banget, sangat cepat sekali, apalagi kita apa, terbawa arus kerja yang apa ya, yang enggak kenal waktu semuanya, tahu-tahu sudah tiga tahun,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam wawancara khusus dengan LKBN Antara menyambut tiga tahun Pemerintahan Jokowi-JK di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (16/10).

  • 16 October 2017
  • 17219 Views

Resmi Jabat Gubernur DKI Jakarta 2017-2022, Anies: Sekarang Saatnya Tunaikan Semua Janji

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjawab pertanyaan wartawan usai pelantikan dirinya, di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10). (Foto: Humas/OJI)

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjawab pertanyaan wartawan usai pelantikan dirinya, di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10). (Foto: Humas/OJI)

Anies R. Baswedan yang bersama Sandiaga Uno baru saja dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 menegaskan kesiapannya untuk bekerja.

 

“Fase kampanye telah selesai, persiapan telah ditunaikan, sekarang saatnya untuk menunaikan semua janji-janji. Karena itu kita serius mulai bekerja, langsung, dan harapannya yang sudah direncanakan semuanya bisa dilaksanakan,” kata Anies kepada wartawan usai pelantikan dirinya, di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10) sore.

  • 16 October 2017
  • 15676 Views

Dilantik Presiden Jokowi, Anies-Sandi Resmi Pimpin DKI Jakarta 2017-2022

Presiden Jokowi melantik Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/6). (foto: Humas/Jay)

Presiden Jokowi melantik Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/6). (foto: Humas/Jay)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/6) sore. Pelantikan dihadiri Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, pimpinan lembaga negara, para menteri kabinet kerja, pimpinan partai pengusung pasangan Anies-Sandi, dan anggota DPRD DKI Jakarta.

Prosesi pelantikan diawali dengan penyerahan petikan Keputusan Presiden (Keppres) pengangkatan Anies-Sandi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Istana Merdeka. 

  • 16 October 2017
  • 17470 Views

Dua MoU Ditandatangani, Presiden Jokowi: Intensitas Kerja Sama dengan Niger Sangat Penting

Presiden Jokowi berbindang dengan Presiden Nigeria Issoufou Mahamadou, usai jumpa pers bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (16/10) siang. (Foto: OJI/Humas)

Presiden Jokowi berbincang dengan Presiden Niger Issoufou Mahamadou, usai jumpa pers bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (16/10) siang. (Foto: OJI/Humas)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai kunjungan Presiden Niger Issoufou Mahamadou ke Indonesia merupakan kunjungan yang sangat historis. Hal ini karena Presiden Issoufou merukan Presiden Niger pertama yang berkunjung ke Indonesia, setelah kedua negara menjalin hubungan enam tahun yang lalu.

“Sebagai dua negara dengan penduduk mayoritas Islam, kunjungan Presiden Issoufou penting dalam kita mendorong Islam yang rahmatan lil ‘alamin, Islam dengan nilai moderasi dan toleransi, dan kerja sama memajukan umat Islam, baik dalam organisasi kerja sama Islam, maupun kerja sama bilateral,” kata Presiden Jokowi saat mengawali keterangan pers bersama Presiden Niger Issoufou Mahamadou, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (16/10) siang.

  • 16 October 2017
  • 16153 Views

Terima Kunjungan Presiden Niger, Presiden Jokowi Berharap Terus Tingkatkan Kerja Sama

Presiden Jokowi mendampingi Presiden Republik Niger Muhammadu Buhari memasuki Istana Merdeka, Jakarta, Senin (16/10) siang. (Foto: Rahmat/Humas)

Presiden Jokowi mendampingi Presiden Republik Niger Issoufou Mahamadou memasuki Istana Merdeka, Jakarta, Senin (16/10) siang. (Foto: Rahmat/Humas)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Presiden Republik Nigeria Issoufou Mahamadou dengan upacara kenegaraan, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (16/10) siang. Dalam upacara itu diperdengarkan lagu kebangsaan kedua negara serta dentuman meriam.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengaku senang menerima kunjungan Presiden Issoufou Mahamadou dan delegasi, yang merupakan kunjungan pertama Presiden Niger ke Indonesia.

“Kita baru saja memulai hubungan diplomatik kedua negara 6 tahun yang lalu, namun Presiden Issoufou Mahamadou sudah datang dan berkunjung ke Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen yang besar untuk memajukan hubungan bilateral kedua negara,” kata Presiden Jokowi.