web analytics

Blog

Pengantar Presiden dalam Rapat Terbatas tentang Tindak Lanjut dari Program Dana Abadi Pendidikan, Rabu, 27 Desember 2017, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat

Oleh: Humas ; Diposkan pada: 27 Dec 2017 ; 1712 Views Kategori: Transkrip Pidato

Logo-Pidato2Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Rapat sore hari ini akan dibahas tindak lanjut dari program dana abadi pendidikan. Sebelumnya saya ingin menekankan bahwa investasi sumber daya manusia (SDM) sangatlah penting untuk menyiapkan Indonesia menjadi negara yang kompetitif, negara yang maju.

Dana abadi pendidikan kita telah mencapai lebih dari 31 triliun rupiah dan akan terus meningkat di tahun-tahun yang akan datang. Ini bisa menjadi sebuah jembatan untuk memperbaiki kualitas SDM Indonesia hari ini dan di masa-masa ke depan. Untuk itu, dana abadi pendidikan ini harus dikelola secara tepat, dikelola lebih produktif, dikelola lebih terukur, jelas manfaatnya bagi peningkatan kualitas SDM bangsa kita.
Dimulai dari proses rekruitment para penerima beasiswa yang harus mencerminkan masyarakat Indonesia yang majemuk, yang menjaring putra putra terbaik dari seluruh pelosok tanah air. Kemudian dari segi bidang studi yang akan ditekuni dan dipelajari juga harus mencerminkan kebutuhan Indonesia hari ini dan hari-hari yang akan datang. Jangan asal mengirim ke luar negeri.
Harus ada pemetaan di bidang-bidang strategis apa yang kita sekarang ini tertinggal. Kita harus mampu mengejar ketertinggalan di bidang-bidang strategis yang ingin kita kembangkan di masa yang akan datang. Dari segi tempat belajar juga jangan hanya monoton, jangan mengelompok di satu negara tujuan saja.
Kita lihat keunggulan dari negara-negara tersebut untuk dipelajari anak-anak muda kita. Saya juga minta agar dana abadi pendidikan bisa juga dipergunakan untuk membiayai penelitian yang mendorong daya saing bangsa yang berkaitan dengan pangan, energi dan mengantisipasi disrupsi teknologi, pengembangan digital ekonomi dan riset-riset produktif lainnya. Syaratnya satu, hasil riset jangan menumpuk di perpustakaan.
Yang terakhir dana abadi pendidikan juga seharusnya bisa menyentuh sektor ketenagakerjaan kita, yang saat ini mayoritas lulusan SD dan lulusan SMP, yang memerlukan keterampilan. Dan saya minta dikalkulasi jika program beasiswa bisa diberikan kepada para pekerja untuk meningkatkan keterampilannya sehingga mereka menjadi lebih profesional, yang memiliki keahlian-keahlian yang baik. Juga bisa dalam bentuk program beasiswa pendidikan maupun untuk pelatihan vokasi.
Saya kira itu yang bisa saya sampaikan dalam pengantar ini. Terima kasih. Saya persilakan Pak Menko dan Pak Menteri.

Artikel lainnya :