web analytics

Blog

Sambutan Presiden Joko Widodo pada Dharma Santi Nasional Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940, 7 April 2018, di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur

Oleh: Humas ; Diposkan pada: 7 Apr 2018 ; 3624 Views Kategori: Transkrip Pidato

Logo-Pidato2-8Om swastiastu,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Selamat siang,
Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Namo buddhaya,
Salam kebajikan.

Yang saya hormati Ketua Dharma Adhyaksa Parisada Hindu Dharma Indonesia,
Yang saya hormati Ketua Harian dan segenap jajaran Pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia,
Yang saya hormati Yang Mulia para Sulinggih, pada Pandita dan Pinandita,
Yang saya hormati para Pimpinan Lembaga Negara, hadir pada siang hari ini Ketua DPD Republik Indonesia,
Yang saya hormati para Menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI,
Hadirin dan seluruh umat Hindu di seluruh pelosok tanah air yang berbahagia.

Sebetulnya tadi sudah disampaikan semuanya oleh Bapak Ketua, Pak Wisnu. Jadi saya nambahi sedikit-sedikit saja.

Pada pagi yang berbahagia ini, saya ingin menyampaikan rasa
pangayubagya karena bisa ber-simakrama bersama umat Hindu dari seluruh pelosok tanah air pada acara Dharma Santi menyambut tahun baru Saka 1940. Perayaan Nyepi tahun ini menjadi sangat istimewa bagi umat Hindu karena bertepatan dengan Hari Suci Saraswati yang diperingati sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan.

Jika pada saat Nyepi umat Hindu lebih banyak melakukan kontemplasi diri, mulatsarira, mengasah budi sebagai upaya pembersihan diri dan alam semesta, maka pada Hari Suci Saraswati umat Hindu diajak untuk menyadari betapa pentingnya ilmu pengetahuan, menyadari betapa pentingnya pendidikan untuk mencapai kemuliaan hidup, widya dhanam, sarwadhana, pradhanam pengetahuan adalah kekayaan tertinggi.

Hadirin yang saya hormati,
Kesadaran tentang pentingnya ilmu pengetahuan dan penguasaan teknologi untuk mencapai kemuliaan hidup bukan hanya menjadi inspirasi bagi umat Hindu tetapi juga bagi bangsa dan negara yang kita cintai bersama. Sebagai bangsa yang besar, sebagai bangsa yang ingin maju, sebagai bangsa yang ingin sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia, kita tidak boleh terlena karena mendapatkan anugerah dari Tuhan dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah di negara kita, tapi kita harus berani membangun kesadaran baru untuk menjadikan manusia Indonesia yang berkualitas, sebagai kekuatan kita, sebagai keunggulan kita, sebagai pondasi kita memasuki masa yang akan datang.

Untuk itu, saya mengajak seluruh umat Hindu di manapun berada untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan kemajuan, menyongsong revolusi industri keempat, serta menyambut inovasi teknologi yang berubah begitu sangat cepatnya. Tantangan global mengharuskan umat Hindu untuk semakin cerdas, semakin kreatif, semakin inovatif dalam merespons perubahan-perubahan yang ada. Perubahan yang terjadi adalah tantangan yang tidak bisa kita hindari dan harus dijawab dengan peningkatan kualitas serta peningkatan produktivitas. Dan juga tidak kalah pentingnya penyiapan pendidikan yang berkualitas pada anak-anak kita, generasi muda yang menentukan masa depan kita semuanya.

Saya meyakini dengan mengambil inspirasi dari hari Suci Nyepi dan Saraswati, Umat Hindu menyambut kedatangan Tahun Baru Saka dengan semangat baru, semangat untuk selalu meningkatkan kualitas diri, semangat untuk lebih produktif, semangat untuk menjadikan ilmu pengetahuan sebagai modal mencapai kemajuan, bekal mencapai kemuliaan hidup.

Hadirin yang saya muliakan,
Perayaan Hari Suci Nyepi juga memberikan inspirasi kepada kita semua untuk selalu menjaga keharmonisan hidup sebagai jalan menuju kebahagiaan. Dalam Tri Hita Karana Umat Hindu diajarkan bahwa strada bhakti pada Tuhan harus juga diwujudkan dengan menjaga keharmonisan dengan sesama, serta menjaga hubungan yang harmonis dengan alam lingkungan di sekitar kita. Umat Hindu juga diminta untuk selalu memegang teguh ajaran wasudewa kutum bhakam, kita semua bersaudara. Yang menekankan arti penting persaudaraan yang sejati, karena kita semua berasal dari sumber yang sama yakni dari Tuhan Yang Maha Esa.

Membawa kembali kesadaran baru tentang makna menjaga keharmonisan serta persaudaraan sejati, itu sangat penting dalam kehidupan kita, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita bangsa Indonesia dianugerahi oleh Tuhan hidup sebagai bangsa yang majemuk, bangsa yang beragam, bangsa yang berbeda-beda. Kita memiliki 714 suku yang mendiami lebih dari 17.000 pulau dengan agama yang berbeda-beda. Kita juga mempunyai bahasa daerah lebih dari 1.100 yang beragam, berbeda, serta ekspresi seni budaya yang beraneka warna.

Perbedaan latar belakang agama, latar belakang suku, latar belakang budaya bukanlah, sekali lagi, bukanlah penghalang bagi kita untuk bersatu dan bukanlah penghalang bagi kita untuk hidup rukun dalam keharmonisan. Perbedaan juga bukan penghalang untuk hidup saling menghormati, saling membantu, saling tolong-menolong, dan membangun solidaritas sosial yang kokoh.

Semua perbedaan itu tidak harus diseragamkan, tidak juga harus ditiadakan. Semua perbedaan dan keragaman itu justru harus diikat oleh persaudaraan sejati, diikat oleh kebersamaan, diikat oleh kesadaran yang kuat bahwa kita adalah saudara sebangsa dan se-Tanah Air.

Bangsa kita, harus kita yakini ini bahwa bangsa kita akan tetap berdiri kokoh sampai berwindu-windu lamanya, kalau semua anak bangsa, kalau semua anak bangsa apakah dia muslim, apakah dia Kristen, apakah dia Hindu, apakah dia Budha, apakah dia Khonghucu, bisa tetap bersatu. Bersatu menghadapi kebodohan, bersatu menghadapi kemiskinan, bersatu menghadapi keterbelakangan, bersatu untuk menjadikan negara yang kita cintai bersama ini menjadi negara maju, negara pemenang, negara yang berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Selamat hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1940 pada seluruh umat Hindu di seluruh pelosok tanah air, semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan kedamaian dan kesejahteraan kepada kita semuanya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Om shanti shanti shanti om.

Artikel lainnya :