web analytics

Kategori : Artikel

Artikel


  • 5 November 2018
  • 7872 Views

UU Nomor 30 Tahun 2014 dalam Perpres Nomor 16 Tahun 2018

Pengadaan-Barang-dan-Jasa-PemerintahOleh: Muhamad Zulfikar Ali *)

Hal yang berbeda dalam Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah antara lain dapat dilihat pada diktum mengingat, yakni tercantumnya UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, yang secara subtansi pengaturan tidak terkait dengan regim pengaturan keuangan negara/keuangan daerah. Intinya UU Nomor 30 Tahun 2014 memberikan panduan hak dan kewajiban serta pedoman bagi badan/pejabat negara dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menjadi lebih tegasdari pengaturan pengadaan barang/jasa pemerintah sebelumnya, karena dalam Perpres Nomor 16 Tahun 2018 memberikan ruang yang luas kepada Aparatur Pengawas Intern Pemerintah (APIP) Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah, serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan melakukan pengawasan dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah sesuai dengan kewenangan masing-masing.

  • 5 November 2018
  • 7731 Views

Keselamatan Transportasi

foto Pak FaisalOleh: Faisal Yusuf

Rasa duka dan keprihatinan yang mendalam diucapkan atas  jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang di perairan Karawang pada hari Senin tanggal 29 Oktober 2018 yang membawa total 189 penumpang serta kru pesawat, diperoleh informasi bahwa pesawat tersebut sempat hilang kontak pada pukul 06.33 WIB.

Kecelakaan pesawat ini berulang setelah sejak 2017 tak ada kecelakaan fatal dalam penerbangan komersial, sementara fakta menunjukkan bahwa terkait tragedi penerbangan JT-610 tersebut,  pesawat yang digunakan Lion Air adalah pesawat boeing 737 seri Max 8 tidak hanya baru bagi perusahaan Lion Air (baru dipergunakan sejak tanggal 15 Agustus 2018), tetapi juga baru dari pabrikannya dari Boeing USA dan pesawat tersebut dibuat dengan desain dan teknologi terkini untuk memaksimalkan faktor keselamatan.

  • 1 November 2018
  • 11642 Views

Bahasa Sebagai Pemersatu Bangsa

Eko SulistyoOleh: Eko Sulistyo*)

Dalam ikrar Sumpah Pemuda, salah satunya adalah pengakuan Bahasa Indonesia sebagai bagian yang tak terpisahkan dari tanah air dan bangsa Indonesia.  Dalam sejarahnya, Bahasa Indonesia sendiri adalah sebuah proses perkembangan dari bahasa Melayu yang menjadi bahasa “Lingua Franca” diantara keberagaman etnis, bangsa dan latar belakang sosial yang hidup di kepulauan nusantara. Lingua Franca yang berasal dari bahasa Latin artinya adalah bahasa penghubung antara komunitas yang berbeda bahasa di wilayah geografis yang cukup luas (Nusantara).

  • 30 October 2018
  • 13800 Views

Indonesia, Ekonomi Dunia, dan Kebahagiaan

pas fotoOleh : Sari Oktavia

Kawasan Nusa Dua Bali pagi itu (18/10) tampak tidak biasa. Jalan-jalan dipenuhi berbagai media publikasi yang berisi ucapan Selamat Datang kepada para delegasi Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank (WB) 2018. Mobil-mobil berstiker khusus dan antrean shuttle bus terlihat mengular menuju berbagai hotel di kawasan Nusa Dua.

Hari itu adalah hari keempat dalam rangkaian acara Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018, sebuah perhelatan akbar bertemunya para petinggi dan perwakilan lembaga-lembaga ekonomi di dunia, masyarakat, akademisi, perwakilan parlemen, jurnalis, dan lain sebagainya. Berbagai rangkaian acara sudah berlangsung dengan lancar selama beberapa hari sebelumnya. Acara Pertemuan Tahunan ini sendiri berlangsung selama sepekan yakni pada 8-14 Oktober 2018.

  • 19 October 2018
  • 24849 Views

Media Sosial, Post Truth, dan Literasi Digital

eddy cahyonoOleh: Eddy Cahyono Sugiarto

(A lie told once remains a lie but a lie told a thousand times becomes truth: Paul Joseph Goebels)

Perkembangan era digital dewasa ini ditandai dengan semakin masifnya penetrasi media sosial dalam berbagai aspek kehidupan ekonomi, politik, budaya dan pertahanan keamanan, fenomena  ini merupakan  konsekuensi  perubahan pola komunikasi, dari cara-cara dan media konvensional  menuju digitalisasi komunikasi dengan menggunakan berbagai kanal media sosial kekinian. 

  • 19 September 2018
  • 53874 Views

Soal Dolar AS, Persepsi, dan Lindung Nilai

IMG_1130Oleh: Henny Galla Pradana, S.H., M.M.*)

Menuju akhir kuartal ketiga tahun 2018 ini, hembusan isu dalam pasar valuta asing (valas) semakin kencang. Hal ini mengingat pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) cenderung menunjukkan tren penekanan dari greenback terhadap mata uang tanah air tersebut.

Sebetulnya, kondisi ini sudah diprediksi jauh-jauh hari. Salah satunya dampak dari tapering off quantitative easing (QE), di samping ada juga efek perang dagang AS dengan Tiongkok, serta sentimen atas krisis di Turki dan Argentina.

  • 19 September 2018
  • 54176 Views

Esensi Hubungan Internasional dan Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia

EnggartiasOleh: Enggartias Wahana Putera, S.Sos.*

Dalam hubungan internasional terdapat tiga esensi yang membentuk suatu hubungan internasional, yaitu actorsinterests, dan power. Tiga esensi tersebut yang nantinya akan membentuk suatu  interaksi dalam suatu kesatuan dan menjalankan suatu sistem hubungan internasional.

Proses interaksi yang dimaksud dalam hubungan internasional adalah bagaimana dapat berjalannya sistem hubungan internasional dengan wujud menjalin kerja sama antara pihak-pihak terkait untuk mencapai suatu keputusan. Proses Interaksi  yang begitu dinamis sehingga memunculkan banyak permasalahan-permasalahan selayaknya interaksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

  • 1 September 2018
  • 64015 Views

Asian Games 2018 Itu Indah…

PelukanOleh: Eddy Soetjipto

Barangkali kalau ada pertanyaan, “Nikmat kamu yang manakah, yang kamu dustakan?” maka pertanyaan itu tepat diajukan sekarang kepada seluruh warga bangsa Indonesia, yang pada hari-hari ini disuguhi momen-momen yang membahagiakan, setidaknya sejak memperingati Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan RI.

  • 13 August 2018
  • 69302 Views

Rebranding Koperasi Era Millenial: Pelayanan, Produk, hingga Teknologi

IMG_1130Oleh: Henny Galla Pradana, S.H., M.M. *)

Di negeri ini, koperasi didirikan dengan tujuan yang mulia: kemerdekaan ekonomi. Mohammad Hatta, dalam buku otobiografinya: Bukittingi-Rotterdam lewat Betawi, bercerita bahwa dia dengan Samsi -kawannya yang juga ahli perkoperasian pada pertengahan tahun 1925 pergi ke tiga Negara Skandinavia: Denmark, Swedia, dan Norwegia untuk belajar tentang praktik masing-masing koperasi pertanian, koperasi konsumsi, dan koperasi perikanan (Hatta, 2011).

Menurut Hatta, ekonomi rakyat Indonesia harus bersendi pada koperasi, yakni rakyat belajar berdiri sendiri, berdasarkan self-help dan oto-aktivita (Hatta, 2011).

  • 9 August 2018
  • 71004 Views

Penetapan Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2018 Tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara di Provinsi Aceh dan Sumatra Utara: Sebuah Ikhtiar Untuk Membangun Indonesia dari Pinggir dan Menjadikan Kawasan Perbatasan sebagai Beranda Depan Negara

foto vitoOleh: Vito Prihartono*)

This country, the Republic of Indonesia, does not belong to any group, nor to any religion, nor to any ethnic group, nor to any group with customs and traditions, but the property of all of us from Sabang to Merauke!” ~ Soekarno

Wilayah Negara Kesatuan RI, telah ditunjukan secara tegas dengan rasa nasionalisme Presiden RI Pertama, meliputi Sabang sampai Merauke dan merupakan milik dari seluruh bangsa Indonesia, sehingga perlu dijaga keutuhannya.