web analytics

Home

BERITA

  • 27 April 2015
  • 3396 Views

Soal Kritik Pedas, Presiden Jokowi: Buat Saya Segar-Segar Saja

Presiden Jokowi bersama Ketua PWI Pusat Margiono pada acara Silaturahmi Pers Nasional, di Auditorium TVRI, Jakarta, Senin (27/4) malam

Presiden Jokowi bersama Ketua PWI Pusat Margiono pada acara Silaturahmi Pers Nasional, di Auditorium TVRI, Jakarta, Senin (27/4) malam

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku selalu mengikuti pemberitaan media massa nasional, baik yang disampaikan media mainstream, online sampai media-media yang kecil.

“Saya selalui baca, ngga pagi,nggak siang, nggak malam, sehingga kalau dia nulis aneh-aneh yang melintir saya makan semuanya. Karena apapun itu adalah fungsi kontrol,” kata Presiden Jokowi pada Silaturahmi Pers Nasional, di Auditorium TVRI, Senayan, Jakarta, Senin (27/4) malam.

  • 27 April 2015
  • 3708 Views

Program Baru Mulai Dilaksanakan, Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Pelihara Rasa Optimisme

Presiden Jokowi didampingi Ketua PWI Margiono seusai acara Silaturahmi Pers Nasional, di TVRI Jakarta, Senin (27/4) malam

Presiden Jokowi didampingi Ketua PWI Margiono seusai acara Silaturahmi Pers Nasional, di TVRI Jakarta, Senin (27/4) malam

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui, meski baru 6 (enam) bulan ia memimpin negara ini, sudah ada yang mempertanyakan hasil  pemerintahannya. Namun  Presiden Jokowi berharap masyarakat tetap memelihara rasa optimismenya bahwa ke depan bangsa ini akan lebih baik. Hanya saja, pemerintah memerlukan waktu untuk mewujudkan keinginan masyarakat.

Berbicara di hadapan insan pers nasional dalam acara Silaturahmi Pers Nasional, di TVRI, Jakarta, Senin (27/4) malam, Presiden Jokowi mengemukakan, pemerintah yang dipimpinnya baru bisa menggunakan anggaran itu setelah diketuk DPR-RI pada pertengahan Januari. Setelah itu, butuh waktu 2-3 bulan untuk melaksanakan proses administrasi, dan proses lelang.

  • 27 April 2015
  • 4640 Views

Temui Presiden Jokowi, Presiden Filipina Minta Pengampunan Mary Jane Dari Eksekusi Mati

Mary Jane, warga Filipina yang terancam eksekusi mati

Mary Jane, warga Filipina yang terancam eksekusi mati

Presiden Filipina Benigno Aquino III telah menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sela-sela acara pembukaan KTT ASEAN ke-26, di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (27/4) pagi, untuk memohon pengampunan agar warganya Mary Jane dibebaskan dari rencana eksekusi mati yang akan dilaksanakan Pemerintah RI dalam waktu dekat.

“Intinya dia (Presiden Filipina)  menyampaikan untuk diberikan pengampunan,” ujar Presiden Jokowi kepada wartawa saat tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (27/4) sore.

Lalu apa jawaban Presiden Jokowi terhadap permintaan Presiden Filipina itu? “Saya tadi sampaikan, akan saya jawab nanti sore,” katanya.

  • 27 April 2015
  • 7260 Views

29 Sudah Berhasil Dikontak, 20 WNI Yang Sedang Berada Di Nepal Belum Bisa Dihubungi

Salah satu reruntuhan bangunan korban gempa di Nepal, Sabtu (25/4)

Salah satu reruntuhan bangunan korban gempa di Nepal, Sabtu (25/4)

Gempa dahsyat berkekuatan 7,9 Skala Richter (SR) yang mengguncang Nepal, Sabtu (25/4), sejauh ini telah mengakibatkan lebih dari 2.000 orang menjadi korban tewas. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia (RI) belum bisa memastikan ada tidaknya Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam gempa tersebut.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno L.P. Marsudi mengemukakan, saat ini terdapat 18 WNI yang tinggal dan menetap di Nepal, dan 31 WNI lainnya yang statusnya sedang berkunjung ke negara tersebut.

Dari jumlah itu, lanjut Retno, 9 (sembilan) WNI yang tinggal dan menetap di Nepal sudah bisa dihubungi, sedangkan 9 (sembilan) lainnya belum berhasil dihubungi.

  • 27 April 2015
  • 6994 Views

Eksekusi Mati Terpidana Narkoba, Menlu: Kita Keras Karena Situasinya Mengkhawatirkan

Menlu Retno L.P. Marsudi

Menlu Retno L.P. Marsudi

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno L.P. Marsudi memberikan tanggapan atas sejumlah komentar menentang dan kritik yang disampaikan sejumlah pemimpin dunia terhadap pelaksanaan eksekusi mati terhadap sejumlah narapidana narkotika dan obat-obatan (narkoba) di tanah air.

Menlu menegaskan, bahwa pelaksanaan eksekusi mati terpidana narkoba masalah ini adalah masalah hukum ,dan Indonesia adalah negara berdaulat yang memiliki kedaulatan hukum.

“Kita sampaikan status emergency bahwa Indonesia bisa free drugs crime. Jadi indonesia memang harus mengambil tindakan yang keras karena situasinya sangat mengkawatirkan,” kata Retno kepada wartawan di sela-sela kehadirannya mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-26, Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (27/4).

  • 27 April 2015
  • 8410 Views

Dihadiri Presiden Jokowi, PM Malaysia Puji Semangat ASEAN Saat Evakuasi Di Yaman

Presiden Jokowi di antara para pemimpin ASEAN saat pembukaan KTT ASEAN, di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (27/4) pagi

Presiden Jokowi di antara para pemimpin ASEAN saat pembukaan KTT ASEAN, di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (27/4) pagi

Pada hari kedua kunjungannya di Malaysia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) para Kepala Negara/Pemerintahan Asean ke 26 di Plenary Hall Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Senin (27/4) pagi. Kedatangan Presiden Jokowi di KLCC disambut oleh Perdana Menteri (PM) Malaysia, Dato’ Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak selaku Ketua sekaligus tuan rumah KTT Asean ke 26.

PM Malaysia Najib Razak dalam pidato sambutannya mengatakan, terbentuknya komunitas Asean pada akhir Desember 2015, perlu ada penguatan roadmap agar komunitas ini berjalan secara stabil. “Untuk masa depan Asean dan masyarakatnya,” kata PM Najib.

  • 27 April 2015
  • 8345 Views

Punya Produk, Presiden Jokowi Optimistis Indonesia Siap Masuki Masyarakat Ekonomi ASEAN

Presiden Jokowi saat memasuki lokasi pembukaan KTT ASEAN ke-26, di KLCC, Kuala Lumpur, Senin (27/4)

Presiden Jokowi saat memasuki lokasi pembukaan KTT ASEAN ke-26, di KLCC, Kuala Lumpur, Senin (27/4)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kesiapan  Indonesia dalam menghadapi masa berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan dimulai  pada awal 2016 mendatang.

“Kita harus optimistis karena Indonesia punya produk yang macam-macam, dan itu yang harus diidentifikasi, mana yang punya daya saing untuk masuk ke negara kanan kiri,” kata Presiden Jokowi usai menghadiri Gala Dinner atau jamuan makan malam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN  ke-26, di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/4) malam.

Presiden juga menyatakan optimistis dan tidak mundur lagi terkait akan diterapkan MEA mulai awal 2016, karena produk yang dimiliki Indonesia sangat beragam.

BERITA TERPOPULER

  • 27 April 2015
  • 3397 Views

Soal Kritik Pedas, Presiden Jokowi: Buat Saya Segar-Segar Saja

Presiden Jokowi bersama Ketua PWI Pusat Margiono pada acara Silaturahmi Pers Nasional, di Auditorium TVRI, Jakarta, Senin (27/4) malam

Presiden Jokowi bersama Ketua PWI Pusat Margiono pada acara Silaturahmi Pers Nasional, di Auditorium TVRI, Jakarta, Senin (27/4) malam

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku selalu mengikuti pemberitaan media massa nasional, baik yang disampaikan media mainstream, online sampai media-media yang kecil.

“Saya selalui baca, ngga pagi,nggak siang, nggak malam, sehingga kalau dia nulis aneh-aneh yang melintir saya makan semuanya. Karena apapun itu adalah fungsi kontrol,” kata Presiden Jokowi pada Silaturahmi Pers Nasional, di Auditorium TVRI, Senayan, Jakarta, Senin (27/4) malam.

  • 27 April 2015
  • 3709 Views

Program Baru Mulai Dilaksanakan, Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Pelihara Rasa Optimisme

Presiden Jokowi didampingi Ketua PWI Margiono seusai acara Silaturahmi Pers Nasional, di TVRI Jakarta, Senin (27/4) malam

Presiden Jokowi didampingi Ketua PWI Margiono seusai acara Silaturahmi Pers Nasional, di TVRI Jakarta, Senin (27/4) malam

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui, meski baru 6 (enam) bulan ia memimpin negara ini, sudah ada yang mempertanyakan hasil  pemerintahannya. Namun  Presiden Jokowi berharap masyarakat tetap memelihara rasa optimismenya bahwa ke depan bangsa ini akan lebih baik. Hanya saja, pemerintah memerlukan waktu untuk mewujudkan keinginan masyarakat.

Berbicara di hadapan insan pers nasional dalam acara Silaturahmi Pers Nasional, di TVRI, Jakarta, Senin (27/4) malam, Presiden Jokowi mengemukakan, pemerintah yang dipimpinnya baru bisa menggunakan anggaran itu setelah diketuk DPR-RI pada pertengahan Januari. Setelah itu, butuh waktu 2-3 bulan untuk melaksanakan proses administrasi, dan proses lelang.

  • 27 April 2015
  • 4641 Views

Temui Presiden Jokowi, Presiden Filipina Minta Pengampunan Mary Jane Dari Eksekusi Mati

Mary Jane, warga Filipina yang terancam eksekusi mati

Mary Jane, warga Filipina yang terancam eksekusi mati

Presiden Filipina Benigno Aquino III telah menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sela-sela acara pembukaan KTT ASEAN ke-26, di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (27/4) pagi, untuk memohon pengampunan agar warganya Mary Jane dibebaskan dari rencana eksekusi mati yang akan dilaksanakan Pemerintah RI dalam waktu dekat.

“Intinya dia (Presiden Filipina)  menyampaikan untuk diberikan pengampunan,” ujar Presiden Jokowi kepada wartawa saat tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (27/4) sore.

Lalu apa jawaban Presiden Jokowi terhadap permintaan Presiden Filipina itu? “Saya tadi sampaikan, akan saya jawab nanti sore,” katanya.

  • 27 April 2015
  • 7261 Views

29 Sudah Berhasil Dikontak, 20 WNI Yang Sedang Berada Di Nepal Belum Bisa Dihubungi

Salah satu reruntuhan bangunan korban gempa di Nepal, Sabtu (25/4)

Salah satu reruntuhan bangunan korban gempa di Nepal, Sabtu (25/4)

Gempa dahsyat berkekuatan 7,9 Skala Richter (SR) yang mengguncang Nepal, Sabtu (25/4), sejauh ini telah mengakibatkan lebih dari 2.000 orang menjadi korban tewas. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia (RI) belum bisa memastikan ada tidaknya Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam gempa tersebut.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno L.P. Marsudi mengemukakan, saat ini terdapat 18 WNI yang tinggal dan menetap di Nepal, dan 31 WNI lainnya yang statusnya sedang berkunjung ke negara tersebut.

Dari jumlah itu, lanjut Retno, 9 (sembilan) WNI yang tinggal dan menetap di Nepal sudah bisa dihubungi, sedangkan 9 (sembilan) lainnya belum berhasil dihubungi.

ARTIKEL

PERATURAN

  • PRORAKYAT
  • PERATURAN
  • NUSANTARA

  • NUSANTARA
  • INTERNASIONAL
  • TRANSKRIP PIDATO PRESIDEN

    SUARA RAKYAT

    Suara Rakyat 9

    Pada masa Presiden SBY, pendapatan per kapita meningkat 300% lebih, dari Rp 10,54 juta (2004) menjadi Rp 36,5 juta (2013).(9949)


    Suara Rakyat 8

    Pertumbuhan ekonomi rata-rata hampir 6%, tertinggi kedua di dunia pada 2012 dan tertinggi kedua di antara negara-negara G-20 pada tahun 2013. (9949)


    Suara Rakyat 7

    Selama Pemerintahan SBY, telah dikucurkan Kredit Usaha Rakyat Rp 137,69 triliun bagi 10,03 juta pelaku UMKM.


    Suara Rakyat 6

    Pak SBY, tetap doa mohon "petunjuk, rahmat, karunia" dalam menjalankan roda Pemerintahan serta diberikan sehat, tenang, selaras dan semangat, amin, kami mendukung bapak.


    Suara Rakyat-5

    RI juara

    harland
    Suara Rakyat 4

    Selamat atas terpilihnya Bapak Jokowi sebagai presiden RI ke-7

    Harland
    Suara Rakyat 1

    Pak SBY, Pak tolong guru honor Daerah di Padang Lawas Utara yang sudah lama mengabdi yang masuk dalam K1 tapi belum di angkat jadi PNS sebanyak 81 orang. (08137630xxxx)

    Suara Rakyat 1
    nn
    Suara Rakyat 2

    Selama Presiden SBY, angka kemiskinan turun dari 16,7 (2004) menjadi 11,37% (2013) dan pengangguran dari 9,9% (2004) menjadi 6,25% (2013). (08128241xxxx)

    Suara Rakyat 2
    nn
    Suara Rakyat 3

    Pada masa Presiden SBY, pendapatan per kapita meningkat 300% lebih, dari Rp 10,54 juta (2004) menjadi Rp 36,5 juta (2013).(9949)

    Suara Rakyat 3
    hh

    Read More Testimonials »